Ingat Janji Jokowi ‘Tanpa APBN’? Kini Utang Rp 90 Triliun WHOOSH Dibebankan ke Negara
Jakarta, RNTv, Janji manis “tanpa uang rakyat & tanpa jaminan APBN” pada proyek Kereta Cepat Whoosh yang diucapkan oleh Jokowi, resmi kolaps per awal Agustus 2026.
Jokowi sempat menjelaskan perihal utang WHOOSH tersebut.
Kemenkeu dipastikan mengambil alih 60% saham BUMN konsorsium dan beban utang Whoosh via PT SMF!
Mari preteli draf beban fiskal dan pelanggaran komitmen ini:
1. Takeover Kemenkeu via PT SMF: Menkeu Purbaya konfirmasi Kemenkeu ambil alih 60% saham PSBI (KAI, WIKA, JSMR, PTPN I) untuk kelola utang Whoosh.
2. Utang Rp 90 Triliun ke China: Total investasi bengkak jadi Rp 119,7 triliun. 75%-nya (Rp90 triliun) adalah utang CDB dengan bunga Rp 2 triliun per tahun! Celios sebut dana Rp 90T ini lebih dari cukup untuk gratiskan kuliah S1 di seluruh PTN se-Indonesia.
3. Pendarahan BUMN & Cost Overrun: PT KAI rugi Rp 4,19 triliun (2024), PSBI rugi Rp 1,62 triliun (H1 2025), dan biaya bengkak hingga Rp 43,75 triliun dari nilai awal. Ekonom desak APH usut pembengkakan biaya ini!
4. Ilusi ‘Bukan APBN’: Pakar Unand Prof. Syafruddin tegaskan bayar utang pakai laba PT SMF tetap merugikan negara karena memotong potensi dividen BUMN ke APBN.
Memindahkan utang BUMN ke entitas Kemenkeu hanyalah permainan akuntansi yang tidak menghapus risiko fiskal negara.
Menurut kalian, apakah wajar utang proyek mercusuar yang awalnya diklaim pure B2B kini dialihkan ke entitas Kemenkeu?
Ketika draf proyek mercusuar berdalih B2B tanpa APBN berakhir dengan pengalihan utang Rp 90 triliun ke entitas Kemenkeu, transparansi anggaran negara sedang dipertaruhkan. Tuntut akuntabilitas uang rakyat! 👇
Desak Kemenkeu buka detail restrukturisasi utang Whoosh secara transparan dan minta Aparat Penegak Hukum usut tuntas cost overrun Rp 43,7 triliun.
Follow Sudut Gelap untuk terus mengawal penegakan hukum agar uang pajak rakyat tidak habis dikorbankan demi menutup tekor proyek prestisius!. (utw)
Promo IklanÂ
