Prabowo Klaim Penghasilan Ojol Naik Dua Hingga Tiga Kali Lipat, SPAI: Hoaks!

0
IMG-20260817-WA0009

Jakarta, RNTv, Prabowo Subianto mengklaim penghasilan pengemudi ojek online (ojol) meningkat dua hingga tiga kali lipat setelah pemerintah menerapkan aturan pembagian hasil 92:8, dengan porsi untuk perusahaan aplikator dibatasi maksimal 8%.

Prabowo menyebut peningkatan pendapatan ojol terjadi setelah pemerintah memangkas potongan perusahaan aplikasi.

Prabowo dalam pidatonya di DPR pada tanggal 14 Agustus 2026 menjelaskan bahwa atas nama pemerintah mengklaim penghasilan Ojol meningkat 2-3 kali lipat.

 

“Saya tidak mau menyebut intervensi, tapi saya sebut sebagai rekomendasi..tapi agak sedikit intervensi bahwa para pengemudi ojol sekarang mendapatkan 92% dari pengadilan mereka dan pra ojol mengatakan ada yang naik dua kali bahkan tiga kali lipat,” ungkap Prabowo di DPR, (14/8/2026).

Klaim Tersebut Dibantah oleh Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI)

Sementara itu, Ketua SPAI Lily Pujiati menyebut klaim penghasilan ojol naik hingga tiga kali lipat sebagai hoaks. SPAI juga membantah anggapan bahwa potongan aplikator sebelumnya 20% kemudian otomatis menjadi 8%.

Menurut SPAI, pengemudi masih menghadapi sejumlah komponen potongan lain. Lily bahkan menyebut pendapatan sebagian pengemudi yang sebelumnya sekitar Rp 100 ribu per hari justru turun menjadi sekitar Rp 80 ribu.

Namun klaim Prabowo dibantah oleh Ketua SPAI Lily Pujiati pada tanggal 15 Agustus 2026, menyebut klaim penghasilan ojol naik hingga tiga kali lipat sebagai hoaks!

Perbedaan klaim ini membuat dampak aturan 92:8 terhadap penghasilan bersih pengemudi ojol masih menjadi sorotan.

Ukuran sebenarnya bukan hanya persentase pembagian, tetapi berapa pendapatan yang benar-benar diterima pengemudi setelah seluruh potongan diperhitungkan. (ut)

 

Promo Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *