Taipan Oligarki Keruk Triliunan Rupiah dari Keringat Rakyat, Uangnya Dilarikan ke Luar negeri dengan Dalih Berinvestasi

0
IMG-20260911-WA0004

Jakarta – RNTv, Borok pergerakan smart money dan kerakusan konglomerat lokal akhirnya makin telanjang di depan mata! Setelah berdekade-dekade mengeruk kekayaan alam, menguasai hajat hidup orang banyak lewat bisnis bank, rokok, tambang, hingga properti di tanah air.

Para taipan elite kini ramai-ramai melarikan modal triliunan rupiah ke Singapura, London, hingga Australia!

Keluarga Hartono yang selama ini dicitrakan paling loyal parkir duit di kandang sendiri mendadak melarikan dana lebih dari $1,4 miliar (~Rp 22 Triliun+) lewat entitas offshore. Disusul Prajogo Pangestu yang memburu aset geothermal $5B di Filipina, serta Alex Ramlie yang mencaplok tambang batu bara Australia $ 3,9B!

Rincian pola pengerukan & pengkhianatan ekonomi korporasi elite:

1. Keruk Kekayaan Dalam Negeri, Parkir Hasil di Luar Negeri

Tanah, air, tambang, dan daya beli rakyat Indonesia diperas habis-habisan untuk menimbun pundi-pundi kekayaan hingga puluhan miliar dolar. Tapi begitu situasi politik dan ketidakpastian kebijakan membayang, bukannya bahu-membahu membangun industri dalam negeri, duitnya malah dilarikan untuk mengamankan aset di luar negeri!

2. Beban Bencana Ekonomi Dilempar ke Rakyat Kecil Gelombang capital flight para konglomerat ini langsung menghantam nilai tukar Rupiah hingga ke rekor terendah dan membuat pasar saham RI babak belur. Investor asing mengikut cabut $4B. Yang menanggung dampaknya? Rakyat kecil! Harga barang pokok melonjak, PHK meluas, dan ekonomi riil makin tercekik!

3. Tabiat Serakah & Watak Asli “Duit Pintar” Karakter asli taipan serakah terkuak: Indonesia cuma dijadikan “sapi perah” dan ladang kerukan tanpa ada komitmen moral untuk investasi jangka panjang bagi kesejahteraan rakyat. Saat untung dinikmati sendiri dan disimpan di rekening tax haven, saat risiko datang mereka kabur duluan!

Gimana prospek riil ekonomi kita ke depan kalau para pemegang modal raksasa yang selama ini menikmati karpet merah fasilitas negara justru menjadi aktor utama penekan mata uang dan penghancur pasar domestik?

Tuntutan tegas warga dan pengamat ekonomi:

-Pemerintah wajib usut tuntas alur capital flight dan manipulasi perpajakan entitas offshore para konglomerat!

-Hentikan keistimewaan dan karpet merah bagi korporasi yang menolak mereinvestasikan keuntungannya di dalam negeri!

-Utamakan penguatan ekonomi kerakyatan dan UMKM ketimbang terus menggantungkan nasib bangsa pada taipan yang tidak loyal!

Bagaimana tanggapan kalian ngeliat aksi kaburnya triliunan dana para taipan ini di tengah kondisi ekonomi rakyat yang lagi menjerit? (ut)

 

Promo Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *