Pemerintah Incar 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Rakyat Senilai Rp 4.460 Triliun!
Jakarta – RNTv, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong BSI dan Pegadaian buat menarik simpanan emas masyarakat ke dalam ekosistem bank bullion.
Pemerintah memperkirakan ada sekitar 1.800 ton emas yang saat ini masih tersimpan di masyarakat, kalo berhasil dimobilisasi emas sebanyak ini bisa masuk ke sistem keuangan lewat deposito emas, pembiayaan berbasis emas, sampe perdagangan emas (mungkin ini jawaban sensus yang dilakukan kepada masyarakat).
Yang bikin menarik lagi kalo potensi emas tersebut bisa dimanfaatkan secara optimal, Indonesia berpeluang naik ke posisi ketiga dunia dalam kepemilikan/cadangan emas, di bawah Amerika Serikat dan China.
“Emas yang ada dibawah bantal milik rakyat senilai Rp 4.460 Triliun sekitar 1.800 ton yang bisa dimanfaatin oleh pemerintah,” ungkap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, (21/8/2026).
Jadi ini bukan cuma persoalan mengumpulkan emas tapi bagaimana caranya aset masyarakat yang selama ini diam bisa masuk ke sistem ekonomi dan jadi sumber likuiditas serta pembiayaan baru buat Indonesia, tapi perlu jadi tanda tanya adalah, mengapa selalu rakyat yang diincar? Mengapa bukan emas para pejabat yang sudah pasti jumlahnya lebih banyak daripada emas milik rakyat?
Menurut kalian, bakal berhasil nggak pemerintah menarik 1.800 ton emas masyarakat ini ke ekosistem bullion? Drop pendapat Sohib Reportase di kolom komentar. (utw)
Promo Iklan
