IMG-20260909-WA0015

Lampung – RNTv, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kembali mendapat sorotan.

Kali ini, sorotan datang langsung dari Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas. Ia secara terbuka mengakui bahwa pelaksanaan program MBG masih menghadapi persoalan serius.

Bahkan, Zulhas menggunakan kata “gagal” ketika menggambarkan pelaksanaan MBG selama hampir dua tahun terakhir.

“MBG kita akui gagal,” ujar Zulhas dalam Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

Menurut Zulhas, persoalan utama bukan terletak pada tujuan programnya. Ia menyoroti bagaimana program tersebut dijalankan di lapangan.

Pasalnya, MBG telah mendapatkan dukungan anggaran yang besar. Namun, setelah berjalan hampir dua tahun, berbagai persoalan masih terus muncul.

“Anggaran besar, sudah hampir dua tahun masalah tidak berhenti,” kata Zulhas.

Pernyataan Zulhas Tentang Gagalnya MBG Jadi Acuan

Pernyataan tersebut menjadi perhatian karena MBG merupakan program unggulan pemerintah yang menyasar pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak sekolah.

Zulhas menilai program dengan anggaran besar tetap bisa menghadapi kegagalan apabila pengawasan dan manajemennya tidak berjalan dengan baik.

Karena itu, pemerintah kini berupaya melakukan pembenahan dari sisi pengelolaan. Menurut Zulhas, pihak-pihak yang dianggap bermasalah dalam manajemen program telah diproses.

Ia juga menyebut Presiden Prabowo telah menunjuk orang baru untuk melakukan pembenahan dalam pengelolaan MBG.

“Manajemen yang bermasalah sudah diproses. Pak Presiden nunjuk yang baru, anak muda, fresh, pintar, hebat,” ujar Zulhas.

Meski demikian, pemerintah tidak menjanjikan seluruh persoalan bisa selesai dalam waktu singkat.

Zulhas meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki pelaksanaan program tersebut secara bertahap.

Ia berharap pembenahan dapat dilakukan dalam waktu sekitar satu hingga dua bulan ke depan.

“Berikan kami waktu satu atau dua bulan agar kami, pemerintah membereskan persoalan ini dan melakukan pembenahan secara bertahap,” tegasnya.

Pengakuan tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah. Sebab, semakin besar anggaran yang digunakan, semakin besar pula tuntutan agar program berjalan efektif, transparan, aman, dan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.

Di sisi lain, pengakuan Zulhas juga menunjukkan bahwa pemerintah menyadari adanya masalah dalam pelaksanaan MBG dan sedang berupaya melakukan perbaikan.

Kini publik tinggal menunggu apakah pembenahan dalam satu hingga dua bulan yang dijanjikan tersebut benar-benar mampu mengubah pelaksanaan MBG di lapangan. (utw)

 

Promo Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *