Bagaimana Nasib Program MBG Usai Kepala BGN Tutup 883 Dapur dan Pecat 261 Pegawai?
Jakarta – 29 Juli 2026, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase pembenahan besar setelah Sudaryono resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Sebagai langkah penataan, BGN memberhentikan 261 pegawai non-ASN, terdiri dari 224 pegawai dan 37 tenaga ahli yang diduga melakukan pelanggaran disiplin. Selain itu, sejumlah ASN dan PPPK juga tengah diproses atas dugaan pelanggaran, termasuk penyalahgunaan anggaran hingga keterlibatan judi online.
Tak hanya itu, 883 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah Indonesia resmi ditutup permanen karena dinilai melanggar standar operasional. Alasan penutupan meliputi persoalan higienitas, sanitasi, standar IPAL, kualitas makanan, hingga adanya kasus keracunan.
Meski demikian, BGN memastikan distribusi makanan kepada para penerima manfaat tetap berjalan. Porsi layanan dari dapur yang ditutup akan dialihkan ke dapur lain yang masih beroperasi agar program tidak terhenti.
Sudaryono juga melarang seluruh pengelola dapur menggunakan barang bersubsidi seperti Minyakita, LPG 3 kg, dan beras SPHP, serta menegaskan tidak boleh ada praktik mark-up, pungutan liar, maupun gratifikasi dalam pelaksanaan Program MBG.
Bagaimana menurutmu, apakah langkah penutupan ratusan dapur dan pemberhentian pegawai ini akan membuat Program MBG menjadi lebih baik ke depannya? (ut)
