Purbaya Tarik Utang Baru Rp 477,4 Triliun Hingga Juni 2026
Jakarta – 29 Juli 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencatat realisasi pembiayaan utang pemerintah mencapai Rp477,4 triliun hingga 30 Juni 2026 atau setara 57,4% dari target APBN 2026 sebesar Rp832,2 triliun. Capaian ini lebih tinggi dibanding semester I 2025 yang baru Rp315,4 triliun atau 40,6% dari target Rp775,9 triliun.
Realisasi tersebut ditopang penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) yang telah mencapai Rp501,2 triliun atau 62,7% dari target Rp799,5 triliun. Sementara komponen pinjaman tercatat minus Rp23,8 triliun atau minus 72,8% terhadap target Rp32,7 triliun, sesuai dokumen APBN KiTa edisi Juli 2026.
Purbaya menegaskan pembiayaan utang tetap dikelola secara hati-hati untuk menjaga fiskal yang sehat.
“Pembiayaan utang dikelola secara prudent dan terukur serta memperhatikan likuiditas pemerintah, kondisi kas yang optimal, dan dinamika pasar keuangan,” jelasnya di Jakarta, (28/7/2026).
Pemenuhan pembiayaan disebut on-track melalui langkah antisipatif dan active cash & debt management demi menjaga kas memadai dan SAL tetap kuat.
Pemerintah juga menilai pasar SBN domestik solid di tengah ketidakpastian global dengan yield relatif stabil dan minat lelang kuat, bid to cover 1,8 kali untuk SUN dan 2,5 kali untuk SBSN. Untuk diversifikasi, pemerintah membidik Panda Bond USD 1 miliar atau CNY 7 miliar dengan pricing 23 Juli 2026, yang mendapat peringkat AAA/Stable dari Lianhe Rating berkat fundamental ekonomi kuat dan rasio utang prudent sekitar 40% PDB. (utw)
Promo Iklan:
