DPRD Kota Malang Setuju untuk Hentikan Program MBG, Bagaimana Kota Lainnya?

0
IMG-20260907-WA0006

Malang – RNTv, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menyatakan sepakat dengan aspirasi mahasiswa untuk menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang.

Sikap tersebut disampaikan sebagai respons terhadap aspirasi yang disampaikan mahasiswa kepada DPRD Kota Malang. Pernyataan ini pun menjadi perhatian karena MBG merupakan salah satu program pemerintah yang mendapat sorotan besar secara nasional.

Dengan sikap tersebut, Kota Malang disebut sebagai kota pertama di Indonesia yang mengambil langkah untuk menghentikan pelaksanaan MBG.

Pernyataan Ketua DPRD Kota Malang untuk Menghentikan Program MBG

Namun, pernyataan tersebut merupakan respons Ketua DPRD terhadap aspirasi mahasiswa dan perlu dilihat lebih lanjut mengenai mekanisme serta kewenangan penghentian program di tingkat daerah.

“Kami sepakat untuk menghentikan program MBG di Kota Malang,” ujar Amithya Ratnanggani Sirraduhita di Malang, (6/9/2026).

Sebuah langkah berani dilakukan oleh kota Malang untuk menghentikan program MBG semenjak banyak terjadi keracunan makanan bagi siswa, bagaimana dengan kota lainnya?

MONETISASI KERACUNAN MBG OLEH BGN!

Keracunan MBG sudah menjadi NEW NORMAL, suatu yang normal saat ini dalam keseharian warga Indonesia yang seharusnya menjadi HOROR bagi siapapun khususnya bagi para penerima: anak-anak sekolah, ibu hamil dan ibu menyusui. Horor ini terus meneror juga para orang tua dari anak-anak sekolah.

Dan horor ini sudah go internasional, menjadi buah bibir dan pergunjingan Media berita besar dunia di Asia, Australia, Eropa dan Amerika Serikat.

Meskipun keracunan MBG semakin STM (sistematis, terstruktur, massive) dan terus dicaci maki rakyat Indonesia, didemo ribuan mahasiswa dan dihajar komisi-komisi DPR tetapi Presiden Prabowo dan BGN-nya terus ngotot melanjutkan proyek korup dan beracun ini.

Parahnya, Kepala BGN baru ini tanpa ada rasa prihatin meminta tambahan anggaran tahun 2027 sebesar 240 Triliun di tengah Defisit APBN dan Utang Negara yang lobang nya semakin menganga besar.

Dan yang paling mengerikan adalah bagian anggaran itu salah satunya untuk MENCEGAH KERACUNAN, jadi semacam ada SATGAS dalam BGN untuk mencegah keracunan????

Dan jelas sekali SATGAS ini bukan kerja gratis, tetapi harus dibayar mahal, lalu membeli peralatan perlengkapan macam-macam untuk mencegah KERACUNAN makanan ini dengan nilai mark-up fantastis seperti si DADANG mantan kepala BGN.

Singkat kata: RACUN LAH SEBANYAK MUNGKIN JIWA TAK BERDOSA YANG BAYAR PAJAK… LALU AKAN ADA INSTRUMEN SATGAS BGN YANG AKAN KORLAP UNTUK POSKO ANTI KERACUNAN MBG. Begitulah kira-kira mekanisme MONETISASI KERACUNAN MBG.
MONETISASI TRAUMA ANAK-ANAK
CIPTAKANLAH RASA TIDAK AMAN…
LALU TERBITLAH BIAYA UNTUK PENGAMANAN…

Betul-betul hanya Psikopat dan Orang yang berdarah dingin yang merancangkan kejahatan seperti ini! (utw)

 

Promo Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *