๐—จ๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”’ ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—๐—œ๐—Ÿ๐—”๐—ง ๐—›๐—”๐—ก๐—–๐—จ๐—ฅ๐—ž๐—”๐—ก ๐—œ๐—ก๐—ง๐—˜๐—š๐—ฅ๐—œ๐—ง๐—”๐—ฆ ๐—”๐—š๐—”๐— ๐—”

0
IMG-20260914-WA0107(1)

RNTv – Jakarta, Ketika ulama terlalu dekat dengan kekuasaan, yang paling berbahaya bukan sekadar kedekatannya, melainkan ketika kebenaran mulai disesuaikan dengan kepentingan penguasa.

KH. Abdul Qoyyum Manshur, meminjam pendapat Ibnu Hazm dalam ๐˜ˆ๐˜ญ-๐˜๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ง๐˜ช ๐˜œ๐˜ด๐˜ฉ๐˜ถ๐˜ญ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ˆ๐˜ฉ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฎ (cek juga pada short video kanal Youtube Maslakul Huda) sedang memperingatkan bahwa ulama yang menjilat penguasa akan kehilangan integritas agama dan harga dirinya.

Ibnu Hazm bahkan menyebut uang sultan dengan metafora yang keras: sesuatu yang dapat merusak kehormatan seorang ulama ketika diterima bukan untuk menegakkan kebenaran, melainkan untuk membeli loyalitas.

๐—›๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ข๐—ฏ๐—ท๐—ฒ๐—ธ๐˜๐—ถ๐˜ƒ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€ ๐——๐—ฒ๐—บ๐—ถ ๐—ž๐—ฒ๐—ฝ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป

Masalahnya bukan ulama bertemu penguasa. Ulama boleh menasihati penguasa, bahkan seharusnya berani mengingatkan ketika kekuasaan menyimpang. Yang berbahaya adalah ketika kekuasaan tidak lagi menjadi objek nasihat, tetapi berubah menjadi sumber legitimasi. Di titik itu, agama kehilangan fungsi kritisnya.

Ulama yang seharusnya berkata โ€œ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณโ€ perlahan berubah menjadi โ€œ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.โ€ Konflik sejatinya bukan di luar, melainkan di ruang batin ulama itu sendiri: antara mempertahankan integritas atau menukarnya dengan kedekatan, akses, dan pujian.

Ibnu Hazm mengingatkan bahwa ulama salaf justru takut masuk istana karena khawatir tidak akan selamat dari fitnah, akan berubah cenderung berdiam diri atas kemungkaran, atau lebih parah, menjilat penguasa atas kebatilan mereka.

๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—”๐˜๐—ฎ๐˜€ ๐—ง๐—ถ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ถ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป๐—ด

Secara psikologis, fenomena ini dapat dijelaskan melalui ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ญ ๐˜ญ๐˜ช๐˜ค๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ด๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ. Seseorang yang merasa memiliki โ€œ๐˜ฌ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ต ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ข๐˜ญโ€ dari identitas atau amal sebelumnya bisa menjadi lebih permisif terhadap tindakan yang sebenarnya problematis (Merritt et al., 2010).

Dalam konteks ulama, kedekatan dengan kekuasaan sering dibenarkan dengan narasi โ€œ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏโ€, โ€œ๐˜ข๐˜จ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎโ€, atau โ€œ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ซ๐˜ข๐˜จ๐˜ข ๐˜ด๐˜ต๐˜ข๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ๐˜ช๐˜ต๐˜ข๐˜ดโ€. Namun tanpa kesadaran kritis, narasi itu bisa menjadi pintu masuk bagi kompromi yang perlahan menggerus integritas.

Secara sosiologis, persoalannya lebih besar. Ketika otoritas agama masuk terlalu jauh ke dalam orbit kekuasaan, otoritas spiritual dapat berubah menjadi modal simbolik bagi legitimasi politik. Studi Bakti et al. (2022) tentang sikopansi menunjukkan bagaimana perilaku menjilat atasan bukan gejala individual, melainkan habitus yang terinstitusionalisasi.

Para penjilat yang minim kapabilitas bisa memolitisasi situasi kerja melalui ritus penindasan, dan pada akhirnya membunuh semangat orang lain untuk berkreasi serta berinovasi. Dalam dunia keulamaan, ini berarti ulama yang menjilat bukan hanya menghancurkan dirinya sendiri, tetapi juga merusak ekosistem keilmuan dan keteladanan di sekitarnya.

Dalam politik, Baturo et al. (2025) menyebut fenomena ini sebagai ๐˜ฑ๐˜ญ๐˜ข๐˜บ๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ด๐˜บ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ฑ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ต ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ฅ yaitu menyatakan loyalitas kepada penguasa otoriter bukan sekadar taktik, tetapi memiliki logika dan konsekuensi panjang. Penguasa membutuhkan validasi sedangkan penjilat membutuhkan perlindungan. Terjadilah simbiosis mutualisme yang toxic.

Bahkan penelitian lintas-negara terhadap lebih dari 12.000 Muslim Sunni di sebelas negara menunjukkan bahwa keterlibatan ulama dalam isu politik dapat menurunkan persepsi masyarakat terhadap otoritas keagamaan mereka, bahkan di antara orang yang sebenarnya sependapat dengan pandangan politik sang ulama. Artinya, ๐—ธ๐—ฒ๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐—ธ๐—ฒ๐—ต๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ท๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ ๐—ธ๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ถ๐˜€ ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ต๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ ๐—ธ๐—ฒ๐—ธ๐˜‚๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ฎ๐—ป, ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—บ ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฟ๐—ฒ๐—ฝ๐˜‚๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ป๐˜†๐—ฎ, ๐˜๐—ฒ๐˜๐—ฎ๐—ฝ๐—ถ ๐—ธ๐—ฟ๐—ฒ๐—ฑ๐—ถ๐—ฏ๐—ถ๐—น๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€ ๐—ฎ๐—ด๐—ฎ๐—บ๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฑ๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ.

๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ด๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜€๐—ถ๐—ฝ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—œ๐—ป๐˜๐—ฒ๐—ด๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€
๐Ÿ”—โ›“๏ธ
Karena itu, ukuran keberanian ulama bukan seberapa dekat ia dengan penguasa, tetapi seberapa jauh ia tetap mampu berkata benar ketika kebenaran itu tidak disukai penguasa.

Ulama tidak harus menjadi musuh pemerintah. Tetapi ulama juga tidak boleh menjadi pengeras suara kekuasaan. Sebab ketika agama mulai membenarkan kekuasaan hanya karena ia berkuasa, maka yang sedang kehilangan kehormatan bukan hanya ulama tetapi agama yang seharusnya menjadi penjaga moral kekuasaan.

Ibnu Hazm tidak sedang berbicara tentang strategi politik semata, melainkan tentang harga diri yang tidak bisa dibeli. Seorang ulama bisa saja duduk di kursi kekuasaan, tetapi jika ia mendapatkannya dengan menjual prinsip, integritas agamanya telah mati sebelum jasadnya dikubur.

๐Ÿ’ฌโ‰๏ธ
Mari berani bertanya: โ€œ๐˜’๐˜ฆ๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ, ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ช๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ?โ€

Karena integritas agama tidak diuji ketika berkata benar di hadapan orang yang setuju. Ia diuji ketika kebenaran harus disampaikan kepada orang yang memiliki kuasa untuk menghukumnya.

Jangan biarkan kedekatan dengan kekuasaan mengikis kedekatan dengan kebenaran. Sebelum mengulurkan tangan pada penguasa, tanyakan dulu: ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ต ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐˜€๐—ฎ๐˜†๐—ฎ ๐—ฝ๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐—ป๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐—ฝ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐˜€๐—ถ๐—ฝ, ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฝ๐—ผ๐˜€๐—ถ๐˜€๐—ถ? (utw)

 

Promo Iklanย 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *