Pimpinan Gontor Sindir Prabowo dalam Mengelola Negara
-Sindiran Fenomena “Cari Muka” & Jabatan: Kiai Hasan menganalogikan perilaku “cari muka” sebagai tindakan orang yang memaksakan diri mendapatkan sesuatu yang sebenarnya tidak atau belum dimilikinya. Beliau melontarkan kalimat menohok:
“Orang tidak punya ijazah, cari ijazah. Orang tidak punya nama, cari nama. Orang tidak punya uang, cari uang. Orang tidak punya jabatan, cari jabatan. Orang tidak punya muka, cari muka.”
-Ucapan “Sorry Yee” ke Presiden: Sebelum menyampaikan kalimat-kalimat kritis tersebut, Kiai Hasan sempat meminta maaf secara langsung kepada Presiden Prabowo dengan gaya yang santai. Beliau berseloroh, “Bapak Presiden, sayaβ¦ Saya tak ngomong agak ndak enak ya, Pak. Sorry yee,” yang langsung memicu riuh tawa dari audiens.
-Siap Didemo Santri jika Hidup Mewah: Kiai Hasan juga menegaskan nilai transparansi dan kesederhanaan di Gontor. Beliau menyatakan siap dikritik bahkan didemo oleh para santrinya sendiri jika fasilitas, makanan, pakaian, atau rumah yang ia gunakan sehari-hari jauh lebih mewah dibandingkan apa yang didapatkan oleh para santri.
-Komitmen Independensi Gontor: Di abad kedua ini, PMDG ditegaskan akan tetap konsisten bergerak di jalur pendidikan dan berdiri di atas semua golongan (inklusif untuk NU, Muhammadiyah, dll.) tanpa terseret ke dalam sekat organisasi politik praktis.
