Rocky Gerung Sebut Pengkritik MBG adalah Barisan Sakit Hati, Chef Arnold: Stop Beri Pembelaan Jika Tidak Tahu Kondisi di Lapangan!

0
IMG-20261022-WA0002

Chef Arnold menanggapi pernyataan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Rocky Gerung, terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tanggapan pedas tersebut dipicu oleh pernyataan Rocky dalam sebuah acara televisi yang menilai para pengkritik program MBG hanya dilandasi rasa sakit hati.

Lewat akun X pribadinya pada Rabu (21/10), Arnold meminta Rocky untuk tidak asal membela atau memperindah citra program tersebut jika belum melihat secara langsung kondisi riil di lapangan.

“Paling nggak saya ngomong apa adanya, langsung nggak perlu glazing membangga-banggakan hal yang secara realita salah. Piring saya penuh jadi saya nggak butuh asupan menjadi buzzer.

Jadi Pak Rocky, stop glazing over it kalo belum keliling dan paham lapangan,” tulis Arnold di akun X miliknya, (21/10/2026) di Jakarta.

Mantan juri MasterChef Indonesia tersebut menegaskan bahwa kritik yang ia lontarkan murni berdasarkan fakta dan bukan karena dirinya menjadi buzzer pihak tertentu.

Koki berusia 38 tahun ini mengaku bahwa secara prinsip ia sangat mendukung ide besar serta visi dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut. Hanya saja, ia sangat menolak keras skema eksekusi dan pelaksanaan di lapangan yang dinilainya sudah keliru sejak awal bergulir hingga saat ini.

Ia juga membeberkan telah memberikan berbagai masukan dan analisis teknis secara sukarela kepada Badan Gizi Nasional (BGN) tanpa memungut imbalan sepeser pun.

Menurut koki profesional ini, pembenahan program MBG agar benar-benar berjalan ideal membutuhkan waktu minimal tiga tahun. Proses tersebut diakui tidak mudah lantaran dihadapkan pada tantangan iklim El Nino, laju inflasi, krisis ketahanan pangan, hingga lemahnya tata kelola sumber daya manusia di tingkat operasional.

“Pak Rocky, untuk benerin MBG sampe bener-bener proper dengan keadaan sekarang itu kurang lebih 3thn paling cepet. Dengan adanya El Nino, inflasi, ketahanan pangan yang lemah dan skema yang salah dan berantakan dari awal belum lagi SDM tata Kelola. Semua masukan sudah saya berikan ke MBG. Maafkan saya yang idiot, dungu, bajingan ini,” katanya.

Lebih lanjut, Arnold bahkan menantang pihak terkait dengan rangkuman evaluasi yang telah ia susun. Namun, ia merasa ragu rekomendasinya akan dijalankan secara penuh.

Pasalnya, salah satu langkah pembenahan ekstrem yang harus diambil adalah menutup sekitar 70 persen dapur MBG yang beroperasi saat ini.

Banyak fasilitas dapur dianggap tidak memenuhi standar layak karena berdiri di atas skema yang terburu-buru serta melibatkan pihak ketiga yang bermasalah.

“Saya ada kok summary apa saja kira-kira yang perlu dilakukan dan antisipasi. Tapi nggak akan berani karena salah satunya harus tutup 70% dapur yang ada untuk bebenah. Kenapa nggak bisa ditutup? karena dimulai dengan skema yang ngawur dan sudah banyak pihak ke-3 yang ikut nanti banyak yang rugi,” bebernya.

Meskipun membeberkan bahwa masih ada beberapa unit dapur yang bekerja secara profesional, ayah satu anak ini tak menampik bahwa mayoritas pengelola dapur MBG saat ini hanya berorientasi pada bisnis semata. Banyak pihak ketiga yang sekadar mengejar keuntungan cepat tanpa memedulikan kualitas serta standar gizi makanan yang disajikan kepada masyarakat.

Ia berharap pemerintah berani mengambil langkah tegas agar tujuan mulia dari program ini tidak ternodai oleh ulah oknum nakal. (utw)

 

 

 

 

 

 

 

Promo Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *