Kepala Sekolah Ini dengan Tegas Tolak MBG dan Terus Mendapat Intimidasi
RNTv-Cirebon, Baru-baru ini beredar perbincangan menarik di sebuah podcast. Seorang perwakilan sekolah dengan mantap menyatakan menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya.
Apa alasannya? Ternyata, siswa di sekolah tersebut sudah mendapatkan fasilitas makan siang dengan standar higienitas yang ketat dari pihak sekolah.
Makanan selalu disajikan dalam keadaan hangat dan, yang paling penting, momen makan siang dijadikan sebagai bagian dari pendidikan karakter anak.
Hasilnya? Selama 9 tahun penerapan sistem ini, belum pernah ada satu pun kasus keracunan!
Namun, langkah mandiri dan prestasi sekolah ini sepertinya tidak diterima begitu saja. Pihak sekolah mengaku sampai didatangi hingga 4 kali!
Dan yang memprihatinkan lagi, dugaan adanya tekanan ini berujung pada keharusan sekolah untuk membuat surat pernyataan di atas meterai.
Dalam surat penolakan tersebut memuat diksi yang terkesan sebagai bentuk ancaman dan intimidasi, di mana pihak sekolah dituntut harus “siap dengan segala konsekuensinya”.
Kepala BGN Memperbolehkan Sekolah Negeri Menolak MBG
Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa sekolah negeri boleh menolak MBG sesuai dengan aturan.
Namun yang terjadi dilapangan sangat berbeda, mereka yang menolak mendapatkan intimidasi bahkan kekerasan.
Niatnya mempertahankan kemandirian dan kualitas gizi anak didik, tapi mengapa malah terkesan diintimidasi?
Bagaimana pendapat rekan-rekan GURU dan Netizen +62 🇮🇩 sekalian terkait dengan hal tersebut? (ut)
Promo Iklan
