Mati Suri 15 Tahun, Lalu Bangkit! PT Nusantara Kertas Aktif Lagi Tepat Jelang Wacana Cetak Buku Sekolah!

0
IMG-20260813-WA0041

Jakarta, RNTv, Kabar PT Nusantara Kertas yang disebut kembali beroperasi setelah sekitar 15 tahun menarik perhatian publik. Perusahaan yang dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto itu disebut mulai aktif kembali sejak Mei 2026, berdekatan dengan munculnya rencana pemerintah untuk mencetak ulang buku pelajaran siswa.

Presiden Prabowo sebelumnya menginginkan desain buku pelajaran, khususnya untuk jenjang sekolah dasar (SD), diperbarui. Rencana tersebut kemudian mendapat sorotan karena waktunya disebut berdekatan dengan kabar kembali aktifnya PT Nusantara Kertas.

Pengamat pendidikan dan kajian budaya Universitas Muhammadiyah Surabaya, Radius Setiyawan, mengapresiasi rencana pemerintah memperbaiki kualitas buku pelajaran. Namun, menurutnya, pembaruan tidak seharusnya hanya berfokus pada tampilan fisik atau desain buku.

Ia menilai aspek yang lebih penting adalah pembenahan isi dan kualitas materi pembelajaran agar benar-benar berdampak terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Dengan demikian, wacana pencetakan ulang buku pelajaran dinilai perlu disertai evaluasi menyeluruh terhadap konten, bukan sekadar mengganti desain atau tampilan buku. Sorotan publik pun muncul agar kebijakan tersebut tetap berorientasi pada kebutuhan pendidikan dan kepentingan siswa.

 

PT Kertas Nusantara Milik Prabowo Kembali Disiapkan Beroperasi, Muncul Jelang Rencana Cetak Ulang Buku Pelajaran

PT Kertas Nusantara di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang sebelumnya berhenti beroperasi selama kurang lebih 15 tahun, tengah dipersiapkan untuk kembali beroperasi. Rencana reaktivasi perusahaan tersebut disampaikan pada Mei 2026 dan kini disebut telah memasuki tahap pembenahan.

PT Kertas Nusantara merupakan perubahan nama dari Kiani Kertas dan telah lama dikaitkan dengan Presiden Prabowo Subianto. Kabar perusahaan kembali aktif sejak Mei lalu menarik perhatian publik karena muncul tak lama sebelum adanya usulan pencetakan ulang buku pelajaran siswa.

Presiden Prabowo sebelumnya diketahui menginginkan buku pelajaran jenjang sekolah dasar (SD) didesain ulang. Rencana tersebut kemudian menuai berbagai tanggapan, termasuk dari kalangan akademisi yang menyoroti waktu kemunculannya yang berdekatan dengan kembali aktifnya perusahaan kertas tersebut.

Dengan demikian, rencana reaktivasi PT Kertas Nusantara dan gagasan desain ulang buku pelajaran SD menjadi perhatian publik karena muncul dalam waktu yang berdekatan. (utw)

 

Promo Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *