Karier Aisar Khaled di Indonesia Berujung Laporan Polisi
RNTv-Jakarta, Karier influencer asal Malaysia, Aisar Khaled, di Indonesia kini menghadapi persoalan hukum. Aisar dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh sebuah agensi asal Indonesia terkait dugaan penipuan, penggelapan, hingga tindak pidana pencucian uang.
Laporan tersebut resmi diterima polisi pada Senin, 14 September 2026.
Pihak kepolisian membenarkan adanya laporan terhadap influencer yang dikenal cukup aktif membuat konten dan memiliki banyak pengikut di media sosial tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan laporan tersebut masih dalam tahap dipelajari dan didalami oleh penyidik. Polisi nantinya akan memanggil pihak pelapor serta sejumlah saksi untuk mengklarifikasi bukti-bukti awal yang telah disampaikan.
Awal Kasus Hukumnya
Persoalan ini bermula dari hubungan kerja antara Aisar dan sebuah agensi di Indonesia. Pihak agensi mengaku mengalami kerugian yang nilainya disebut mencapai sekitar Rp5,7 miliar.
Kuasa hukum pelapor, Machi Achmad, mengatakan laporan ke polisi ditempuh setelah pihaknya menilai upaya penyelesaian sebelumnya tidak mendapatkan respons yang diharapkan.
Menurut pihak pelapor, mereka telah mengirimkan surat somasi sebanyak tiga kali kepada Aisar. Namun, karena persoalan tersebut disebut belum menemukan penyelesaian, langkah hukum akhirnya ditempuh.
Dalam laporan tersebut, Aisar disangkakan dengan sejumlah pasal. Polisi menyebut laporan berkaitan dengan dugaan penipuan berdasarkan Pasal 492 UU Nomor 1 Tahun 2023, dugaan penggelapan berdasarkan Pasal 486 KUHP, serta dugaan tindak pidana pencucian uang berdasarkan Pasal 607 KUHP.
Ancaman hukuman yang dapat muncul dari pasal-pasal tersebut menjadi salah satu alasan kasus ini langsung menjadi perhatian. Namun, perlu ditegaskan bahwa penyebutan ancaman hukuman bukan berarti Aisar sudah dinyatakan bersalah atau pasti akan menjalani hukuman tersebut.
Saat ini prosesnya masih berada pada tahap awal. Polisi perlu memeriksa laporan, mengklarifikasi pihak-pihak terkait, serta mempelajari bukti yang diserahkan sebelum menentukan perkembangan hukum selanjutnya.
Kasus ini pun menjadi sorotan karena Aisar Khaled selama beberapa waktu terakhir cukup dikenal di Indonesia. Kehadirannya di Tanah Air membuat namanya semakin populer di kalangan pengguna media sosial Indonesia.
Namun, di tengah perjalanan kariernya tersebut, persoalan bisnis dengan pihak agensi kini justru berkembang menjadi laporan pidana.
Nilai kerugian yang disebut mencapai miliaran rupiah membuat perkara ini semakin menarik perhatian. Publik pun masih menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai duduk perkara sebenarnya, termasuk hubungan kerja antara Aisar dan agensi yang melaporkannya.
Di sisi lain, karena proses hukum masih berjalan, seluruh tudingan terhadap Aisar tetap harus ditempatkan sebagai dugaan sampai ada keputusan hukum yang berkekuatan tetap.
Polisi sendiri masih akan melakukan pendalaman terhadap laporan tersebut. Pihak pelapor juga akan dimintai keterangan untuk menjelaskan kronologi serta menyerahkan bukti-bukti yang mereka miliki.
Dengan demikian, perjalanan karier Aisar Khaled di Indonesia kini memasuki babak baru. Dari seorang influencer yang dikenal lewat aktivitas media sosial, namanya sekarang ikut terseret dalam perkara hukum bernilai miliaran rupiah.
Publik masih harus menunggu hasil pemeriksaan kepolisian untuk mengetahui bagaimana sebenarnya persoalan tersebut terjadi dan apakah dugaan yang dilaporkan dapat dibuktikan secara hukum. (utw)
Promo Iklan
