Sindiran Tajam Anggota DPRD Jabar untuk Gubernur KDM
Jawa Barat – RNTv, Langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membantu korban bencana di luar Jawa Barat kembali menuai perdebatan.
Kali ini, kritik datang dari anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Fraksi PKB, Maulana Yusuf Erwinsyah. Ia menilai kepedulian terhadap korban bencana di NTT dan Aceh merupakan hal baik, tetapi status Dedi sebagai Gubernur Jawa Barat membuat persoalan prioritas layak dipertanyakan.
Dalam surat terbuka yang ditulis Selasa (26/8/2026), Erwinsyah menggunakan perumpamaan sederhana untuk menggambarkan kritiknya.
Menurut dia, membantu tetangga memang merupakan kebaikan. Namun, jika rumah sendiri masih memiliki banyak persoalan, pekerjaan rumah tersebut semestinya tidak dilupakan.
“Jika rumah sendiri masih bocor, dapurnya belum beres, anak-anaknya belum terurus, dan halaman rumahnya mulai longsor, tentu ada baiknya pekerjaan rumah sendiri diselesaikan terlebih dahulu,” tulisnya di Bandung, (26/8/2026).
Sorotan itu bukan tanpa alasan. Erwinsyah membeberkan kapasitas layanan sosial Pemprov Jawa Barat yang dinilainya masih terbatas. Pemerintah daerah disebut hanya mampu melayani 400 lansia terlantar dan 200 penyandang disabilitas serta ODGJ terlantar.
Selain itu, kapasitas rehabilitasi anak jalanan disebut hanya sekitar 150 orang, sedangkan pelayanan untuk balita dan anak yatim dari keluarga miskin ekstrem mencapai 360 anak.
Di sisi lain, persoalan ekologis Jawa Barat juga disebut belum selesai. Banjir, longsor, kekeringan, tambang ilegal, persoalan TPA Sarimukti hingga kerusakan kawasan Bandung Utara masih menjadi pekerjaan rumah.
Karena itu, Erwinsyah meminta agar perhatian pemerintah tidak hanya terlihat ketika berkunjung ke daerah lain.
“Amanat utama Bapak bukan berada di Aceh. Bukan di NTT. Bukan pula di daerah lain. Amanat itu berada di Jawa Barat,” tegasnya.
Kritik tersebut kini menempatkan Dedi Mulyadi pada pertanyaan publik yang cukup sensitif: sudah tepatkah prioritas gubernur ketika berbagai persoalan di Jawa Barat masih belum tuntas? (utw)
Promo Iklan
