Indonesia Dikepung Bencana Tapi Anggaran BNPB Justru Turun Drastis!

0
IMG-20260907-WA0015

Jakarta – RNTv, Indonesia tak pernah lepas dari ancaman bencana besar. Dari gempa bumi, letusan gunung api, banjir hingga longsor, semua datang silih berganti. Namun, anggaran penanganan bencana Indonesia justru turun drastis.

Intensitas bencana di Indonesia sangat tinggi dan dampaknya bisa mengguncang kehidupan sosial-ekonomi masyarakat.

Ada banyak faktor mengapa Indonesia rawa bencana alam. Indonesia dilintasi oleh berbagai gunung api aktif atau dapat disebut sebagai ‘Ring of Fire’. Posisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Indonesia begitu rawan dilanda bencana.

Baru-baru ini, enam gunung api di Indonesia mengalami erupsi secara bersamaan pada tgl 31 Agustus 2026:

1. Gunung Ibu Maluku Utara
2. Gunung Semeru Jawa Timur
3. Gunung Lewotobi Laki-laki NTT
4. Gunung Ili Lewotolok NTT
5. Gunung Anak Krakatau Selat Sunda
6. Gunung Sinabung di Sumatera Utara

Pada tanggal 4 September malam hari, Gunung anak Krakatau kembali erupsi. Kemudian gunung Lewotolok NTT juga kembali erupsi tgl 6 september hari ini.

Namun meski rawan bencana, ternyata anggaran untuk penanganan bencana justru dipangkas drastis. Bahkan pemangkasan menjadi yang terendah selama 15 tahun terakhir.

Bayangkan saja jika dibandingkan Belanja Negara 2026 yang diusulkan Rp 3.786,49 triliun maka alokasi anggaran BNPB hanya 0,013%.

Dengan kondisi sekarang, wajar jika banyak yang bertanya, sejauh mana kepedulian dan keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana? Sementara anggaran untuk MBG yang sudah meracuni puluhan ribu anak-anak justru porsinya paling besar. Miris!

Jangan sampai lagi-lagi rakyat yang terpaksa bergerak mengumpulkan dana lewat patungan untuk membantu sesama. Kalau selalu seperti itu, lantas apa gunanya ada pemerintah?

Banyak Gunung Berapi Erupsi secara Bersamaan

🌋 BANYAK GUNUNG API ERUPSI, SAATNYA KITA BERHENTI SEJENAK DAN BERMUHASABAH
Indonesia kembali menghadapi peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Minggu, 6 September 2026, empat gunung api dilaporkan mengalami erupsi dalam waktu berdekatan, yakni Anak Krakatau, Ibu, Ili Lewotolok, dan Semeru.

Sebelumnya, pada akhir Agustus, enam gunung api Indonesia juga mengalami erupsi secara bersamaan. Namun PVMBG menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak berarti gunung-gunung itu saling memicu. Indonesia memang berada di kawasan Ring of Fire dan memiliki banyak gunung api aktif.

Di sisi lain, persoalan lingkungan juga masih menjadi perhatian. Pemerintah melaporkan karhutla di Indonesia mencapai sekitar 107.000 hektare, dengan kebakaran tersebar di sejumlah wilayah

Lalu bagaimana kita menyikapinya?
Sebagai manusia, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa setiap bencana adalah hukuman Allah. Fenomena alam memiliki penjelasan ilmiah yang harus kita hormati.

Tetapi sebagai orang beriman, setiap kejadian tentu boleh menjadi pengingat untuk bermuhasabah.

Allah berfirman dalam QS. Ar-Rum ayat 41:
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia…”

Maka mungkin yang perlu kita lakukan bukan menakut-nakuti orang dengan bencana, tetapi mengambil pelajaran darinya.
🌿 Jangan merusak alam.
🤲 Jangan lupa memperbaiki diri.
❤️ Jangan abaikan sesama.
🙏 Dan tetap ikuti arahan resmi ketika terjadi bencana.

**Bencana kita hadapi dengan ilmu dan kewaspadaan.
Peristiwa kita jadikan bahan untuk introspeksi.
Semoga semuanya menjadi pengingat agar kita semakin menjaga bumi dan semakin dekat kepada Allah. (utw)

 

Promo Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *