Indonesia Bagi-Bagi Uang Demi Motor Listrik, Molinas Disorot Media Asing
Jakarta, RNTv, Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto tengah mendorong program Motor Listrik Nasional atau Molinas sebagai bagian dari upaya mempercepat transisi energi. Program tersebut menargetkan penggunaan jutaan sepeda motor listrik di Indonesia sekaligus membangun ekosistem kendaraan listrik dalam negeri.
Program Molinas mendapat sorotan media otomotif asal Amerika Serikat, RideApart. Media tersebut menyoroti kebijakan pemerintah Indonesia yang memberikan insentif berupa uang untuk mendorong masyarakat beralih dari sepeda motor berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik.
RideApart bahkan menggunakan judul yang cukup mencolok, yakni “Indonesia Wants People To Buy EV Motorcycles So Bad It’s Literally Offering Them Cash”. Secara sederhana, judul tersebut menggambarkan kebijakan Indonesia yang memberikan subsidi kepada masyarakat agar tertarik membeli sepeda motor listrik.
Pemerintah menargetkan sebanyak 13 juta sepeda motor listrik mengaspal di Indonesia pada 2030. Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah tidak hanya memberikan insentif pembelian, tetapi juga berupaya membangun ekosistem kendaraan listrik yang mencakup manufaktur, baterai, infrastruktur pengisian daya, pembiayaan hingga layanan purna jual.
Pemerintah Siapkan Subsidi Motor Listrik Rp 3 Triliun
Besaran subsidi motor listrik yang disiapkan pemerintah saat ini mencapai Rp 3 juta per unit. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 3 triliun untuk mendukung program tersebut dengan kuota hingga 1 juta unit motor listrik buatan lokal pada tahun ini. Kebijakan tersebut diperkirakan mulai berjalan paling cepat pada September 2026 setelah aturan teknis dari Kementerian Keuangan selesai disiapkan.
Besaran subsidi tersebut mengalami perubahan dari rencana awal. Pemerintah sebelumnya sempat merancang insentif sebesar Rp 5 juta per unit untuk kuota awal 100 ribu unit. Namun, setelah dilakukan pembahasan lebih lanjut, nilai insentif akhirnya disesuaikan menjadi Rp3 juta per unit dengan jumlah penerima yang jauh lebih besar.
Selain subsidi pembelian, pemerintah juga membahas kemungkinan program trade-in. Melalui skema tersebut, pemilik sepeda motor berbahan bakar bensin dapat menukarkan kendaraan lamanya dengan sepeda motor listrik. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat peralihan kendaraan konvensional menuju kendaraan berbasis listrik.
Kebijakan tersebut diambil karena pasar sepeda motor Indonesia dinilai sangat sensitif terhadap harga. Penurunan harga melalui bantuan pemerintah dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat mempertimbangkan pembelian kendaraan listrik.
Pemerintah juga belajar dari program subsidi sebelumnya. Indonesia pernah memberikan subsidi motor listrik sebesar Rp7 juta per unit, tetapi program tersebut berakhir pada awal 2025. Setelah subsidi dihentikan, pendaftaran motor listrik baru disebut mengalami penurunan dari 77.078 unit pada 2024 menjadi 55.059 unit pada 2025.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah kembali menggunakan stimulus harga untuk mendorong pertumbuhan pasar kendaraan listrik. Dengan subsidi Rp3 juta per unit, pemerintah berharap penjualan motor listrik kembali meningkat sekaligus memperkuat industri kendaraan listrik nasional.
Di sisi lain, program Molinas tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jumlah kendaraan listrik yang digunakan masyarakat. Pemerintah juga ingin memperbesar kapasitas industri dalam negeri sehingga rantai pasok kendaraan listrik, termasuk baterai dan komponen pendukungnya, dapat berkembang di Indonesia.
Sorotan media asing terhadap kebijakan tersebut menunjukkan besarnya ambisi pemerintah dalam mempercepat elektrifikasi kendaraan roda dua. Dengan target 13 juta motor listrik pada 2030, Indonesia menghadapi tantangan besar untuk memastikan ketersediaan produk, infrastruktur pengisian, pembiayaan serta layanan purna jual dapat mengikuti pertumbuhan jumlah kendaraan listrik.
Pemerintah Indonesia menyiapkan subsidi Rp 3 juta per unit untuk mendorong masyarakat membeli motor listrik melalui program Molinas. Dengan anggaran Rp3 triliun dan target 1 juta unit pada tahun ini, kebijakan tersebut mendapat sorotan media asing karena pemerintah dinilai agresif menggunakan insentif uang untuk mempercepat peralihan kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik. (utw)
Promo Iklan
