Senator Bali Pro LGBT yang Kontroversial Sebut Turis Lokal Miskin

0
IMG-20261013-WA0000

RNTv-Bali, Nama Arya Wedakarna kembali menjadi sorotan publik pada Oktober 2026 setelah komentarnya tentang wisatawan di Bali ramai diperbincangkan.

Senator Bali ini sering membuat pernyataan kontroversial yang banyak merugikan orang lain.

Salah satu pernyataannya adalah bahwa Bule asing lebih royal daripada wisatawan lokal.

AWK mendapat Sindiran Tajam dari Para Artis

  1. Arya (AWK) akhirnya kena mental oleh orang lokal yang merasa direndahkan.

AWK Sebelum Dikenal Sebagai Politikus

Arya ternyata pernah berkarier di dunia hiburan dan menjadi personel grup vokal FBI bersama Indra Bekti dan Roy Jordy.

Perjalanan kariernya terbilang berbeda dari rekan satu grupnya. Arya pernah menjadi model, penyanyi, hingga menempuh pendidikan pemerintahan sebelum terjun ke politik dan menjabat sebagai anggota DPD RI dari Bali.

📸 Pernah Jadi Model Majalah Aneka

Arya Wedakarna lahir di Bali pada 23 Agustus 1980. Ia merupakan putra Shri Wedastera Suyasa dan Suwitri Suyasa.

Sebelum dikenal sebagai politikus, Arya pernah terjun ke dunia modeling. Pada 1997, ia menjadi cover boy Majalah Aneka yang dikenal di kalangan remaja pada masanya.

Dari dunia modeling, Arya kemudian merambah industri musik. Namanya sempat dikenal sebagai bagian dari grup vokal yang beranggotakan sejumlah anak muda, termasuk Indra Bekti.

🎤 Satu Boyband dengan Indra Bekti

Pada 1999, Arya bergabung dengan FBI atau Fajar Bintang Indonesia bersama Indra Bekti dan Roy Jordy. Grup vokal tersebut merilis satu album dan dikenal lewat lagu Zamrud Khatulistiwa, yang juga pernah dibawakan oleh mendiang Chrisye.

Namun, perjalanan FBI tidak berlangsung lama. Grup tersebut bubar pada 2003 dan para personelnya melanjutkan karier masing-masing.

Indra Bekti tetap berkiprah di dunia hiburan sebagai presenter dan entertainer. Roy Jordy melanjutkan karier sebagai aktor. Sementara itu, Arya memilih jalur berbeda dengan berfokus pada pendidikan sebelum terjun ke dunia politik.

🎓 Jenjang Pendidikan 

Setelah meninggalkan dunia hiburan, Arya melanjutkan pendidikan tinggi. Ia menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Trisakti.

Ia kemudian melanjutkan studi Magister Ilmu Pemerintahan pada 2004 dan pendidikan doktor ilmu pemerintahan pada 2007 di Universitas Satyagama Jakarta, berdasarkan profil yang diberitakan Liputan6 pada 2024 lalu.

Sebelum aktif di dunia politik, Arya juga pernah menjabat sebagai rektor Universitas Mahendradatta pada 2009–2014.

🏛️ Menjadi Anggota DPD RI dari Bali

Arya mulai menjabat sebagai anggota DPD RI dari Bali pada 2014. Ia pernah bergabung dengan PNI Marhaenisme dan menjalani aktivitas politik di daerah asalnya.

Dalam Pemilu 2024, Arya kembali terpilih sebagai anggota DPD RI untuk periode 2024–2029. Namanya kemudian beberapa kali menjadi sorotan karena pernyataan dan tindakannya yang memicu perdebatan publik.

AWK Sudah Dipecat Secara Tidak Hormat dari DPD RI

Namun Arya sudah dipecat secara tidak hormat dari DPD RI sejak lama.

🧕 Pernyataan soal Petugas Bandara Berjilbab Menuai Kritik

Pada Desember 2023, Arya menjadi sorotan setelah video pernyataannya mengenai petugas perempuan berjilbab di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, beredar luas.

Dalam rekaman tersebut, ia meminta agar petugas perempuan di bagian layanan depan menampilkan rambutnya dan tidak mengenakan penutup kepala. Ucapannya menuai kritik karena dinilai diskriminatif terhadap perempuan yang mengenakan jilbab.

Arya kemudian memberikan klarifikasi melalui media sosial dan menyebut video yang beredar telah dipotong. Pada 2024, Badan Kehormatan DPD menjatuhkan sanksi pemberhentian terkait pelanggaran kode etik atas persoalan tersebut. Arya kembali terpilih sebagai anggota DPD RI dalam Pemilu 2024.

🎬 Polemik dengan Billy Syahputra pada Oktober 2026

Nama Arya kembali ramai diperbincangkan pada awal Oktober 2026 setelah Billy Syahputra menceritakan pengalaman kurang menyenangkan saat berlibur di kawasan Pantai Dreamland, Bali.

Billy mengaku sempat berselisih dengan penjaga toilet ketika hendak memandikan anaknya setelah bermain pasir. Arya kemudian menanggapi persoalan tersebut melalui media sosial dan menyampaikan nasihat kepada wisatawan agar tidak mudah marah ketika berlibur di Bali.

Arya juga menyatakan bahwa masyarakat Bali tidak perlu memberikan perlakuan khusus kepada artis. Tanggapannya mendapat balasan dari Billy yang mempertanyakan alasan seorang pejabat ikut mengomentari persoalan tersebut. Adu pernyataan keduanya kemudian menjadi perbincangan di media sosial.

🌴 Komentar soal Turis Lokal dan Asing Ikut Disorot

Tak lama setelah polemik dengan Billy, Arya kembali menjadi perhatian karena komentarnya mengenai perbedaan pelayanan terhadap wisatawan lokal dan asing di Bali.

Dalam pernyataannya, Arya menyebut wisatawan asing terbiasa memberikan tip kepada pekerja pariwisata. Menurutnya, kebiasaan itu mungkin membuat pekerja lebih antusias melayani turis asing. Ia juga menyinggung kebiasaan wisatawan lokal yang menawar harga.

Pernyataan tersebut menuai respons di tengah perbincangan mengenai dugaan perbedaan perlakuan terhadap wisatawan di Bali. Komentar itu kembali membawa nama Arya ke tengah perbincangan publik pada Oktober 2026.

Pernah Hadiri Acara LGBT di Thailand

Senator Bali ini kemungkinan Pro LGBT karena sempat menghadiri acara LGBT diluar negeri.

Orang macam ini seharusnya sudah dibuang dan merusak bangsa dengan segala pernyataan kontroversialnya, seorang pejabat daerah harus bisa mengakomodir semua urusan yang menyangkut publik, bukan sebaliknya. (utw)

 

 

Promo Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *