Sejumlah Menteri Sudah Menggunakan Mobil Dinas Maung MV8 Garuda Limousine
RNTv-Jakarta, Mobil Maung MV3 Garuda Limousine buatan PT Pindad mulai terlihat digunakan sebagai kendaraan dinas sejumlah pejabat pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Penggunaan kendaraan tersebut mulai terlihat pada Senin (5/10/2026), ketika sejumlah menteri koordinator dan kepala lembaga datang menjalankan tugas dengan menggunakan Maung Garuda.
Salah satu pejabat yang pertama kali terlihat menggunakan kendaraan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Airlangga datang ke Istana Kepresidenan Jakarta menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine berwarna putih dengan pelat nomor RI 24. Penampilannya sekilas memang mengingatkan pada kendaraan yang sebelumnya digunakan Presiden Prabowo Subianto.
Airlangga mengungkapkan bahwa Senin tersebut merupakan hari pertamanya menggunakan Maung sebagai kendaraan dinas.
“Sudah pakai Maung. Baru hari ini,” kata Airlangga ketika ditanya mengenai kendaraan yang digunakannya, Jakarta, (5/10/2026).
Menurut Airlangga, penggunaan Maung Garuda sebagai kendaraan dinas belum dilakukan oleh seluruh anggota Kabinet Merah Putih.
Untuk tahap awal, kendaraan tersebut diberikan kepada sebagian pejabat, khususnya para menteri koordinator dan kepala lembaga.
Airlangga menyebut terdapat sekitar 18 unit yang sudah tersedia atau mulai digunakan oleh pejabat pada tahap awal tersebut.
“18 kalau nggak salah,” ujar Airlangga.
Penggunaan Maung tersebut juga bukan berarti seluruh menteri langsung mengganti kendaraan dinas mereka pada hari yang sama.
Distribusi kendaraan masih dilakukan secara bertahap karena jumlah unit yang tersedia masih terbatas
Airlangga menjelaskan bahwa pengadaan Maung untuk kendaraan dinas tersebut sudah dilakukan pemerintah. Namun, proses pengiriman kendaraan kepada para pejabat masih berlangsung.
“Pengadaannya kan sudah dilakukan tahun ini, jadi pengirimannya aja masih terbatas,” jelasnya.
Ketika ditanya apakah penggunaan Maung tersebut merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo, Airlangga menyebut kendaraan itu merupakan bagian dari fasilitas yang memang telah diberikan kepada para pejabat.
“Ya kan memang fasilitasnya sudah diberikan,” kata Airlangga.
Anggaran yang akan Menguras APBN Dipersiapkan untuk Pengadaan Kendaraan Maung MV3 Garuda
Ia juga memastikan persoalan anggaran untuk pengadaan kendaraan tersebut sudah disiapkan.
“Anggaran sudah beres,” tegas Airlangga.
Di hari yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin juga memperlihatkan penggunaan Maung Garuda sebagai kendaraan dinasnya.
Cak Imin mengunggah momen tersebut melalui akun Instagram pribadinya.
Ia menyatakan kebanggaannya menggunakan kendaraan buatan dalam negeri tersebut.
“Bangga Buatan Indonesia!” tulis Cak Imin dalam unggahannya.
Cak Imin mengatakan bahwa untuk pertama kalinya dirinya berangkat menjalankan tugas menggunakan Maung Garuda.
Menurutnya, kendaraan tersebut merupakan bukti bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk menghasilkan kendaraan yang dirancang dan dirakit oleh tenaga dalam negeri.
Ia pun mengaitkan penggunaan kendaraan dinas tersebut dengan upaya mendorong masyarakat agar semakin bangga menggunakan produk buatan Indonesia.
Bagi Cak Imin, semangat menggunakan produk dalam negeri tidak hanya berlaku untuk kendaraan pejabat, tetapi juga dapat diterapkan pada berbagai sektor lain, termasuk produk UMKM.
Sementara itu, pantauan di sejumlah lokasi pada Senin menunjukkan beberapa kendaraan Maung MV3 Garuda Limousine digunakan oleh pejabat dengan pelat nomor berbeda.
Di antaranya terlihat kendaraan dengan pelat RI 5, RI 6, RI 22, RI 26, dan RI 27.
Penggunaan Maung oleh pejabat tersebut membuat kendaraan buatan PT Pindad kembali menjadi perhatian publik.
Pasalnya, Maung MV3 Garuda Limousine memiliki desain yang berbeda dari kendaraan dinas menteri yang selama ini umum digunakan.
Kendaraan tersebut memiliki tampilan yang lebih gagah dengan desain SUV besar dan nuansa kendaraan kepresidenan.
Bahkan, Maung Garuda sebelumnya sudah digunakan Presiden Prabowo dalam sejumlah kegiatan resmi, termasuk agenda kenegaraan.
Pada Senin pagi tanggal 5 Oktober 2026, Prabowo juga tiba di Cilangkap untuk memimpin upacara HUT ke-81 TNI menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine.
Dengan demikian, kendaraan yang sebelumnya identik dengan mobil kepresidenan tersebut kini mulai digunakan oleh pejabat lain dalam lingkup pemerintahan.
Penggunaan Maung sebagai kendaraan dinas sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru dalam pemerintahan Prabowo.
Sebelumnya, Presiden Prabowo sudah beberapa kali menyampaikan keinginannya agar pejabat pemerintah menggunakan kendaraan buatan dalam negeri.
Dalam pengarahan kepada jajaran pemerintah pada 2025, Prabowo bahkan pernah menyatakan bahwa para menteri nantinya harus menggunakan Maung ketika menjalankan tugas.
Prabowo juga mengatakan kendaraan lain yang biasa digunakan para pejabat masih dapat dipakai ketika sedang tidak menjalankan tugas atau pada saat libur.
Kebijakan tersebut berkaitan dengan dorongan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.
Bagi pemerintah, kendaraan dinas pejabat dapat menjadi salah satu bentuk promosi terhadap kemampuan industri nasional.
Ketika pejabat negara menggunakan produk buatan dalam negeri, kendaraan tersebut sekaligus menjadi etalase bagi industri otomotif nasional.
PT Pindad sendiri selama ini lebih dikenal sebagai perusahaan yang bergerak di bidang industri pertahanan.
Namun, melalui pengembangan Maung, perusahaan tersebut juga menunjukkan kemampuan dalam menghasilkan kendaraan yang digunakan untuk kebutuhan tertentu di luar fungsi kendaraan tempur.
Maung MV3 Garuda Limousine menjadi salah satu varian yang paling dikenal karena desainnya dibuat dengan karakter kendaraan kepresidenan dan pejabat tinggi negara.
Kini, setelah mulai digunakan oleh para menteri koordinator dan kepala lembaga, keberadaan Maung Garuda di jalanan Jakarta kemungkinan akan semakin sering terlihat.
Meski begitu, belum semua pejabat memperoleh kendaraan tersebut.
Airlangga secara jelas menyebut distribusi masih terbatas dan pada tahap awal baru sebagian pejabat yang menggunakannya.
Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan dirinya sudah mendapatkan Maung, meskipun pada saat itu belum terlihat datang ke Istana menggunakan kendaraan tersebut.
Sementara itu, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria mengaku belum menerima Maung.
Dony mengatakan dirinya akan menggunakan kendaraan tersebut setelah mendapatkannya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa proses pembagian kendaraan dinas Maung masih berlangsung.
Jumlah sekitar 18 unit yang disebut Airlangga juga menunjukkan bahwa kendaraan tersebut belum tersedia untuk seluruh pejabat yang mungkin akan menggunakannya.
Pengiriman dan distribusi dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan unit.
Di sisi lain, penggunaan Maung oleh para pejabat juga memperlihatkan perubahan citra kendaraan tersebut.
Jika sebelumnya Maung lebih banyak dikenal masyarakat sebagai kendaraan buatan Pindad yang berkaitan dengan kebutuhan pertahanan dan keamanan, kini masyarakat mulai melihatnya sebagai kendaraan resmi para pejabat pemerintahan.
Penampakan Airlangga keluar dari Maung berwarna putih dengan pelat RI 24 menjadi salah satu momen yang paling banyak mendapat perhatian.
Begitu pula dengan Cak Imin yang secara terbuka menyampaikan kebanggaannya setelah menggunakan Maung Garuda untuk pertama kalinya sebagai kendaraan dinas.
Kehadiran kendaraan tersebut sekaligus membawa pesan mengenai penggunaan produk dalam negeri.
Pemerintah ingin industri nasional tidak hanya menjadi pemasok kebutuhan masyarakat, tetapi juga mampu menyediakan produk untuk kebutuhan negara.
Namun, pada akhirnya efektivitas kebijakan tersebut tetap akan terlihat dari bagaimana industri dalam negeri mampu menjaga kualitas, ketersediaan, pelayanan purnajual, serta efisiensi dalam memenuhi kebutuhan kendaraan dinas pemerintah.
Untuk sementara, Maung MV3 Garuda Limousine mulai memasuki babak baru sebagai kendaraan dinas pejabat negara.
Airlangga Hartarto dan Muhaimin Iskandar sudah terlihat menggunakannya.
Sekitar 18 unit disebut telah tersedia untuk sebagian menteri koordinator dan kepala lembaga, sementara distribusi kepada pejabat lainnya masih berlangsung.
Dengan desain yang gagah dan tampilan yang menyerupai kendaraan kepresidenan, Maung Garuda kini bukan lagi hanya menjadi kendaraan yang digunakan Presiden Prabowo.
Kendaraan buatan PT Pindad tersebut mulai menjadi bagian dari aktivitas pemerintahan sehari-hari dan menjadi simbol penggunaan produk otomotif karya industri dalam negeri. (utw)
Promo Iklan
