Nasib Utang Kereta Cepat Whoosh, Akankah Menjadi Beban Rakyat?
RNTv-Jakarta, Persoalan utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh kembali menjadi perhatian. Pemerintah tengah menata mekanisme penyelesaian kewajiban finansial proyek tersebut setelah pengelolaannya dialihkan ke lingkungan Kementerian Keuangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada 8 September 2026 mengungkapkan bahwa utang Whoosh telah direstrukturisasi dengan tenor hingga 80 tahun, dengan cicilan sekitar Rp 1 triliun per tahun, meskipun jumlah cicilan dapat berbeda dari tahun ke tahun.
Sebelumnya, pemerintah menyatakan penyelesaian kewajiban Whoosh akan diupayakan dengan meminimalkan penggunaan APBN.
https://www.facebook.com/share/r/19KrKSxgJe/
Purbaya juga mengatakan Kementerian Keuangan memiliki sumber daya internal melalui badan usaha milik negara di bawah kementeriannya untuk memenuhi kewajiban pembayaran tersebut.
Namun, persoalan ini tetap memiliki kaitan dengan keuangan negara. Karena itu, mekanisme pembayaran dan sumber dana menjadi perhatian publik. Pada September 2026, pembahasan mengenai struktur pembayaran juga masih dilakukan, termasuk komunikasi dengan pihak China.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan isu mekanisme pembayaran Whoosh turut dibahas dalam pertemuannya dengan pejabat China pada 18 September 2026.
Di sisi lain, pemerintah dan pengelola proyek menilai Whoosh memberikan dampak ekonomi dan tetap perlu dijaga keberlanjutan operasionalnya. Danantara sebelumnya menjelaskan bahwa persoalan utama berada pada struktur pembiayaan investasi proyek, sementara operasional kereta tetap diupayakan berkelanjutan.
Dengan demikian, apakah bisa disimpulkan bahwa utang Whoosh seluruhnya akan dibayar dari uang rakyat melalui APBN?
Yang sudah jelas, pemerintah sedang mengambil alih pengelolaan kewajiban tersebut dan menyiapkan skema pembayaran jangka panjang.
Pertanyaan yang masih menjadi perhatian publik adalah: dari mana sumber dana pembayaran cicilan tersebut, bagaimana dampaknya terhadap keuangan negara, dan sejauh mana pendapatan dari operasional Whoosh mampu menopang kewajiban finansial proyek dalam jangka panjang.
Jika benar ternyata Rakyat yang dibebankan, akhirnya pemerintah akan mencari segala cara dengan menaikkan berbagai macam pajak atau menambah pajak baru yang membuat rakyat semakin terhimpit secara keuangan. (utw)
Promo Iklan
