Konglomerasi Pribumi: Muhammadiyah Bukan Sekadar Organisasi dan Bisnis, Miliki 3 Pilar Utama

0
IMG-20261015-WA0067(1)

RNTv-Jakarta, Sebuah bangunan bisa terlihat megah. Namun, kemegahan tidak menjamin kekokohan jika fondasinya rapuh.
Begitu pula organisasi.

Muhammadiyah telah tumbuh menjadi gerakan besar dengan jaringan pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan dakwah yang menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Tetapi, apa yang sesungguhnya membuat Muhammadiyah tetap bertahan dan berkembang melintasi zaman?

Namun, ada satu hal yang tak kalah penting.
Muhammadiyah harus terus maju tanpa kehilangan jati dirinya.

Organisasi Muhammadiyah Adalah Satu-satunya Organisasi Keagamaan ke -4 Terkaya di Dunia

Muhammadiyah adalah satu satu-satunya organisasi Islam terkaya di Dunia.

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan bahwa bangunan Muhammadiyah ditopang oleh tiga pilar utama:

1. PAHAM AGAMA
Islam menjadi fondasi gerakan. Agama dipahami secara mendalam, dengan memadukan dalil, penalaran ilmiah, dan penghayatan spiritual.

2. IDEOLOGI
Muhammadiyah memiliki arah perjuangan yang jelas. Islam Berkemajuan bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi orientasi dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

3. SISTEM ORGANISASI
Perjuangan tidak boleh bergantung pada satu figur. Sistem yang kuat membuat gerakan terus berjalan, meskipun kepemimpinan dan generasi berganti.

Ketiganya tidak bisa dipisahkan.
Paham agama memberi landasan.
Ideologi memberi arah.
Sistem organisasi menjaga keberlanjutan.

Kenali Makna dari Muhammadiyah

Tajdid bukan hanya tentang memperbarui pemahaman keagamaan, tetapi juga menghadirkan kemajuan melalui pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, dan kerja nyata bagi masyarakat.

Dan dalam menjalankan semua itu, Haedar mengingatkan agar warga persyarikatan tetap berlapang dada serta bergembira dalam bermuhammadiyah.

Sebab, organisasi yang besar membutuhkan lebih dari sekadar banyaknya orang.
Ia membutuhkan orang-orang yang memahami perjuangannya, menjaga nilai-nilainya, dan bekerja bersama dengan tulus.

Sekarang, mari kita refleksikan bersama.
Apakah kita sudah cukup memahami tiga pilar yang menopang Muhammadiyah, atau selama ini baru sebatas menjadi bagian dari organisasinya? (utw)

 

 

 

Promo Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *