Inilah Beda antara Menteri yang Jujur dan Penjilat! Eks Menkeu Purbaya Ungkap Berikan Laporan Ekonomi yang Buruk, Prabowo Tak Suka
RNTv-Jakarta, Prabowo Subianto menerima laporan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih baik di tengah ketidakpastian global.
Namun, pernyataan tersebut kembali mengingatkan publik pada pesan mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tentang pentingnya kejujuran pejabat saat melaporkan kondisi ekonomi kepada Presiden.
Dalam sebuah podcast bersama Putri Tanjung pada tahun lalu, Purbaya mengungkapkan pengalamannya ketika menyampaikan kondisi ekonomi yang dinilainya kurang baik kepada Presiden.
Purbaya mengakui bahwa menyampaikan kabar buruk kepada pemimpin bukan perkara mudah
Meski demikian, menurutnya, fakta yang sebenarnya tetap harus disampaikan agar pemerintah bisa mengambil langkah perbaikan.
Berikut pernyataan Purbaya yang kembali menjadi sorotan:
“Pejabat-pejabat kalau lapor ke bosnya, ke Presiden misalnya. Saya pernah dipanggil, saya bilang engga bagus pak, jelek pak. Dia (Presiden) engga suka sama saya,” kata Purbaya, di Jakarta, (26/10/2026).
la kemudian menjelaskan mengapa kejujuran dalam laporan tetap diperlukan.
“Tapi itu diperlukan untuk memperbaiki kondisi ekonomi. Kebetulan dia percaya sama saya, untungnya dia percaya. Saya bilang apa saja dia ikut,” ujarnya.
Purbaya juga menegaskan pilihannya untuk menyampaikan fakta, bukan sekadar kabar yang menyenangkan atasan.
“Kalau anda ingin mendengar yang bagus- bagus panggil orang lain.Tapi kalau mau denger yang betul-betul terjadi panggil saja. Jadi harus jujur,” tutur Purbaya. (utw)
Promo Iklan
