Dibutuhkan Anggaran Rp 777 Miliar Per Tahun untuk Membayar Kabinet Gemuk Prabowo

0
IMG-20261003-WA0024

RNTv-Jakarta, Dibutuhkan anggaran besar untuk biaya gaji dan tunjangan menteri serta wakil menteri yang meningkat dari sekitar Rp 387,6 miliar per tahun pada Kabinet Indonesia Maju era Joko Widodo menjadi Rp 777 miliar pada Kabinet Merah Putih.

Kenaikan sekitar Rp389,4 miliar per tahun itu berpotensi mencapai Rp1,95 triliun selama lima tahun.

Belanja Kementerian/Lembaga juga dilaporkan meningkat. Pada 2024, realisasi belanja K/L era Jokowi berada di kisaran Rp1.160,1–Rp1.275,6 triliun, sedangkan pada masa Prabowo disebut mencapai Rp1.500,4 triliun.

Pemekaran lembaga dinilai menambah kebutuhan pegawai, kantor, dan biaya operasional, sementara pemerintah menerapkan efisiensi pada sejumlah belanja nonprioritas untuk menghemat anggaran.

Pemerintah menyatakan kabinet yang lebih besar memungkinkan penanganan sektor strategis dan program prioritas berjalan lebih terarah. Capaian yang diklaim mencakup penyelamatan Rp31,3 triliun, peningkatan laba BUMN, realisasi investasi, serta pelaksanaan program makan bergizi gratis dan pembentukan koperasi desa.

Namun, para pengkritik menyoroti proses penyesuaian birokrasi yang lambat, kebutuhan administratif lembaga baru, dan pergantian pejabat yang berulang. Mereka juga mengkhawatirkan kenaikan belanja negara dapat memperbesar tekanan terhadap defisit fiskal.

Secara keseluruhan, dampak kabinet besar masih diperdebatkan. Pemerintah menekankan capaian program dan efisiensi, sementara pengamat mempertanyakan apakah hasil tersebut sebanding dengan tambahan biaya serta kompleksitas birokrasi. (utw)

 

 

Promo Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *