Data Desil dari BPS Ngaco, Minta Tambahan Anggaran Rp 1,4 Triliun?
Jakarta, RNTv, Persoalan akurasi data masyarakat masih menjadi perhatian. Di saat data desil yang menjadi dasar pemetaan kondisi sosial ekonomi masih menuai keluhan karena dinilai belum sepenuhnya menggambarkan keadaan warga, BPS mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,473 triliun untuk 2027.
Usulan tersebut disampaikan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam rapat bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Minta Tambahan Anggaran Setelah Hasil Sensus BPS Ngaco
Tambahan itu diajukan di atas anggaran BPS yang sebelumnya berada di kisaran Rp6,48 triliun. Jika dikabulkan, total anggaran BPS tahun depan akan mendekati Rp7,9 triliun, pada Rabu (2/9/2026).
Anggaran tambahan tersebut direncanakan untuk mendukung sejumlah kegiatan statistik, termasuk pemutakhiran survei biaya hidup di 514 kabupaten/kota.
Seharusnya Kepala BPS ini Dipecat
Pihak BPS dan jajarannya membuat data Desil palsu yang sudah merugikan rakyat banyak, lalu apa tindakan pemerintah?
Besarnya tambahan dana ini kembali membuat persoalan kualitas dan pembaruan data menjadi sorotan, terutama karena data yang akurat menjadi dasar penting dalam menentukan kebijakan dan sasaran program pemerintah. (utw)
Promo Iklan
