Kamil Ramadhan Dijuluki Google Al Qur’an

0
IMG-20260828-WA0048(1)

Jakarta – RNTv, Sosok cowok bernama Kamil Ramadhan. Cerita hidup anak muda asal Magelang ini beneran kayak plot film, tapi bedanya, ini kisah nyata yang sukses bikin baper berjamaah.

Sebelum namanya dikenal banyak orang, hidup Kamil itu keras banget. Bayangin aja, dia udah jadi 4nak y4tim sejak umur 22 bulan setelah ayahnya meniggal dunia. Belum selesai kesedihan itu, masa kecil Kamil malah harus dihabiskan di jalanan keras.

Dia dipaksa sama ayah tirinya buat jadi peng3mis cuma buat cari sesuap nasi. Tiap hari harus menengadahkan tangan di bawah terik matahari, padahal 4nak seusianya lagi lucu-lucunya main atau belajar kelompok.

Tapi yang namanya takdir baik nggak bakal tertukar. Jalan hidup Kamil berubah total waktu dia diselamatkan dan masuk ke Pesantren de Muttaqin. Di sana, mukjizat mulai kelihatan. Kamil ternyata bukan anak sembarangan. Dia punya bakat yang bikin geleng-geleng kepala: ingatan fotografis.

Cuma butuh waktu 6,5 bulan Kamil udah khatam hafal 30 juz Al-Qur’an. Karena kehebatannya ini, orang-orang sampai menjuluki dia sebagai “Google Al-Qur’an”.

Kenapa? Soalnya kalau diuji, Kamil nggak cuma hafal ayatnya doang. Dia bisa tahu nomor ayatnya, urutan baris ke berapa, letak halamannya di sebelah mana, bahkan kalau disuruh baca mundur pun dia bisa lahap dengan enteng. Keren banget, kan?

Nama Kamil akhirnya makin meledak waktu ikutan ajang Hafiz Indonesia tahun 2017. Di panggung itu, dia nggak cuma p4mer hafalan, tapi ketulusannya bikin presenter Irfan Hakim dan seluruh penonton di studio b4njir air mata.

Sekarang, Kamil udah tumbuh jadi cowok dewasa yang gagah dan berprestasi. Janji Allah kalau Al-Qur’an bakal mengangkat derajat seseorang itu beneran nyata di hidup Kamil. Dia berhasil memuliakan ibunya dengan luar biasa. Sebelum pandemi kemarin, Kamil udah memberangkatkan ibunya naik haji dan umrah sampai enam kali gratis dari undangan orang-orang hebat yang kagum sama dia.

Nggak berhenti di situ, Kamil juga baru aja menyelesaikan kuliahnya di STIBA Makassar dan meraih ijazah sanad resmi. Malah, dia terpilih langsung oleh perwakilan Syekh Abdurrahman As-Sudais—imam besar Masjidil Haram—buat ikut program studi khusus ke Arab Saudi.

Dari seorang bocah yang dulu dihina dan luntang-lantung mengemis di jalanan, sekarang Kamil menjelma jadi pemuda terhormat yang dihormati para ulama dunia. Kisah Kamil ini kayak nampar kita semua, ya. Seringkali kita ngeluh sama fasilitas hidup yang kurang, padahal modal utamanya cuma satu: seberapa besar niat dan ketulusan kita buat berjuang. (utw)

 

Promo Iklan 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *