Profesor UGM Desak Jokowi Bicara Langsung
Yogyakarta, 31 Juli 2026, Polemik dugaan ijazah palsu kembali memanas. Guru Besar Psikologi Sosial UGM menilai sudah saatnya mantan Presiden Joko Widodo memberikan klarifikasi secara terbuka
Prof. Koentjoro, Guru Besar Psikologi Sosial Universitas Gadjah Mada (UGM), menyampaikan pandangannya terkait polemik dugaan ijazah palsu yang masih menjadi perbincangan publik. Menurutnya, penjelasan langsung dari Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dapat menjadi langkah penting untuk mengurangi spekulasi dan berbagai opini yang terus berkembang di masyarakat.
Ia berpendapat bahwa memberikan klarifikasi secara terbuka dinilai lebih baik dibanding membiarkan isu tersebut terus bergulir tanpa kepastian.
“Saya berharap nilai kejujuran tetap menjadi landasan utama agar masyarakat memperoleh kejelasan, ungkapnya di Yogyakarta, (30/7)2026).
Di sisi lain, Universitas Gadjah Mada melalui Rektor Ova Emilia kembali menegaskan bahwa Joko Widodo merupakan alumni sah Fakultas Kehutanan UGM yang lulus pada tahun 1985. Pihak universitas juga menyatakan memiliki rekam jejak akademik yang lengkap, mulai dari proses pendaftaran, perkuliahan, KKN, hingga kelulusan.
UGM menjelaskan bahwa ijazah asli telah diserahkan kepada alumni saat prosesi wisuda, sehingga dokumen fisik tersebut berada dalam penguasaan pemiliknya, yaitu Joko Widodo.
Sementara itu, dari sisi hukum, polemik ini masih berproses. Komisi Informasi Pusat sebelumnya memutuskan sebagian dokumen terkait dapat dikategorikan sebagai informasi terbuka. Namun, UGM mengajukan banding ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dengan alasan perlindungan data pribadi alumni. Selain itu, sejumlah perkara yang berkaitan dengan isu ini juga masih berjalan di pengadilan.
Bagaimana menurut Anda mengenai pandangan Prof. Koentjoro dan perkembangan polemik ini? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar. Jangan lupa bagikan konten ini agar masyarakat dapat mengikuti informasi berdasarkan fakta dan perkembangan yang ada. (utw)
