DJ Katty Diancam Usai batal Tampil di Bandung

0
IMG-20260906-WA0002

Bandung, RNTv, DJ Katty Butterfly mengaku mengalami kejadian tidak menyenangkan setelah batal tampil di salah satu tempat hiburan malam di Bandung, Jawa Barat. Persoalan tersebut bermula ketika kondisi kesehatannya menurun sehingga dirinya tidak mampu memenuhi jadwal penampilan.

Peristiwa itu terjadi pada 9 April 2026. Katty sebenarnya sudah berangkat ke Bandung untuk menjalankan pekerjaannya, meski saat itu kondisi tubuhnya sedang kurang sehat.

Setibanya di Bandung, kondisi Katty disebut semakin menurun. Ia mengalami nyeri perut setelah masalah asam lambung kambuh sehingga tidak memungkinkan untuk tampil.

Pihak manajemen kemudian berusaha mencari solusi agar Katty tetap dapat menjalankan pekerjaan. Namun, setelah kondisinya tidak memungkinkan, manajemen memutuskan untuk memprioritaskan kesehatan sang DJ.

Katty juga telah menyampaikan permintaan maaf karena tidak bisa tampil. Setelah itu, pihaknya berupaya menyelesaikan persoalan dengan pihak club melalui komunikasi dan mediasi

Menurut manajemen Katty, mereka bersedia memberikan ganti rugi sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak kerja sama. Namun, persoalan kemudian berkembang karena muncul permintaan pembayaran dengan nominal yang dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

DJ Katty Diancam

Katty mengaku terkejut setelah diminta membayar ganti rugi sekitar Rp146 juta. Jumlah tersebut jauh lebih besar dibandingkan honor yang seharusnya diterimanya untuk penampilan tersebut, yakni sekitar Rp45 juta.

Pihak manajemen menyatakan sebenarnya bersedia memberikan kompensasi hingga dua kali lipat sesuai pembicaraan mereka. Namun, mereka mempertanyakan sejumlah rincian biaya yang dimasukkan dalam tagihan.

Salah satu biaya yang dipersoalkan adalah bayaran untuk home band. Menurut pihak Katty, biaya tersebut ikut tercantum dalam tagihan meskipun penampilan home band disebut berlangsung pada sore hari.

Perselisihan mengenai ganti rugi tersebut kemudian berkembang menjadi persoalan yang lebih serius. Pihak Katty mengaku mendapat perlakuan yang membuat mereka merasa tertekan setelah pembatalan penampilan.

Katty juga mengaku mendapat ancaman terkait persoalan tersebut. Namun, detail mengenai bentuk ancaman yang dimaksud belum seluruhnya disampaikan secara terbuka.

Manajemen Katty kemudian menyebut adanya dugaan pemerasan dalam persoalan tersebut. Tuduhan itu muncul karena adanya perbedaan mengenai jumlah ganti rugi yang harus dibayarkan dan rincian biaya yang diminta pihak club.

Meski demikian, tudingan tersebut masih merupakan pernyataan dari pihak Katty dan belum menjadi kesimpulan hukum. Pihak club juga memiliki kesempatan untuk memberikan penjelasan mengenai versi mereka atas persoalan yang terjadi.

Katty sendiri memilih membawa persoalan tersebut ke ruang publik setelah upaya mediasi belum menemukan titik temu. Ia bersama manajemen kemudian memberikan penjelasan mengenai kronologi pembatalan penampilan dan persoalan ganti rugi yang muncul setelahnya.

Di sisi lain, manajemen Katty menegaskan bahwa mereka tidak menolak kewajiban mengganti kerugian apabila memang sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak. Mereka hanya meminta agar nominal dan rincian pembayaran memiliki dasar yang jelas.

Persoalan ini kini menjadi perhatian karena melibatkan seorang DJ yang cukup dikenal di Indonesia serta sebuah tempat hiburan malam di Bandung. Publik pun menunggu penjelasan lebih lanjut dari kedua pihak mengenai konflik tersebut.

Untuk saat ini, DJ Katty Butterfly tetap menyampaikan bahwa pembatalan penampilan dilakukan karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Sementara dugaan ancaman dan pemerasan yang disebut pihaknya masih perlu dilihat berdasarkan bukti dan proses penyelesaian yang akan ditempuh kedua belah pihak. (ut)

 

Promo Iklan 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *