Ratusan Santri Ponpes Korban Keracunan MBG di Sidoarjo

0
IMG-20260902-WA0046

Sidoarjo – RNTv, Sebanyak 293 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur dirawat di delapan rumah sakit yang berbeda diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) pada Selasa (1/9/2026) dan makin bertambah hampir 500 santri.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakhsmie Herawati Yuwantina menyebut dari ratusan orang yang diduga mengalami keracunan tersebut, sebanyak delapan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Tanggulangin dalam kondisi yang berat, dan saat ini masih menjalani perawatan intensif oleh tim medis di rumah sakit untuk kemudian menjalani observasi.

“Ya tentunya butuh perawatan untuk observasi. Observasi dulu. Resep masih belum keluar ke sana, baru pemegang,” ungkap Lakhsmie.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan seluruh santri yang diduga mengalami gejala keracunan usai menyantap porsi MBG sesudah waktu salat Ashar tersebut telah menerima penanganan yang maksimal oleh tim medis di masing-masing rumah sakit.

Bahkan, ia menjelaskan para santri yang keadaannya dinyatakan membaik oleh tim medis boleh dipulangkan ke rumah masing-masing. “Semuanya anak-anak kita yang tiba di rumah sakit semua sudah termonitor semua, ya. Ini tadi yang sudah sembuh sembuh tak suruh pulangkan, ya,” ucap Subandi.

Subandi pun menyatakan dirinya sebagai pimpinan daerah akan memaksimalkan seluruh sumber daya yang terdapat demi mendatangkan kesembuhan bagi seluruh santri yang diduga mengalami keracunan hingga sembuh sepenuhnya dan saat ini diperkirakan korban bertambah hampir 500 santri.

Dia pun mengimbau kepada orang tua atau wali santri untuk tidak perlu merisaukan pelayanan yang diberikan oleh seluruh rumah sakit di Sidoarjo.

Tanggapan dari Pihak BGN setelah terjadi keracunan MBG di ponpes Sidoarjo yang sudah mencapai 500 lebih para santri.

Sungguh miris program MBG ini, dimana Prabowo menunjuk langsung orang kepercayaannya untuk melakukan bersih-bersih di BGN, namun kelakukan hampir sebagian SPPG yang sengaja ataupun tidak sengaja dan kelalaian dalam memberikan makanan bergizi kepada siswa sekolah, patut dipertanyakan.

Kepala BGN harus Segera Bertindak

Kepala BGN berkomentar ini adalah kelalaian dan harus segera ditindak tegas, lalu apa yang akan dilakukan kepala BGN kedepannya?

Sungguh kelakuan pihak SPPG yang sangat keji dan meracuni para anak sekolah sudah tidak bisa ditolerir lagi dan seharusnya sudah dipidanakan dan masuk penjara, namun pihak BGN masih saja terus mencari alasan.

Komentar Penguasa Zholim

Prabowo menyebutkan itu hal biasa jika makan sering sakit perut, namun yang jadi pertanyaan adalah, mengapa pemimpin tidak turun langsung untuk mencoba makanan tersebut, baru berkomentar.

Seharusnya masyarakat bersatu yang didukung oleh pihak terkait untuk segera membubarkan MBG yang sudah jelas tujuannya membunuh anak sekolah. (utw)

 

 

Promo Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *